Di sebuah kampung antara perkotaan hiduplah sekelompok anak betawi. Mereka tidak serukun anak-anak yang lain. Mereka terdiri dari 2kelompok yang salah satu kelompok tersebut suka menyakiti anggota kelompok lain.
Kelompok
pertama yang terdiri dari Bruno dan Daniel yang selalu menyakiti
Tomtim. Tomtim termasuk anggota kelompok ke dua yang selalu disakiti
oleh Bruno dan temannya. Tomtim tidak sendiri, dia bersama Ambar dan
Amanda yang selalu menolongnya.
Ketika
waktu istrahat tiba Tomti, menuju kantin duluan untuk berjajan
sendirian. Lalu Bruno bersama temannya melihat dan ingin
menyakitinya.
Bruno
: Eh liat deh, ada si Tomtim tuh, kerjain yok enak nihh....
Daniel
: Lu yakin Bru? Gue rasa jangan deh, ini lagi dikantin. Lu mau kena
omelan Ibu kantin?
Bruno
: Menurut gue sihh ya gapapa deh, selama ngga bikin kekacauan niel
Daniel
: Iya juga sih, ayok deh..
Bruno
: gitu kek dari tadi, perasaan buat ngomong iya doang susah banget
deh
Daniel
: ya maaf
Bruno
: udah ah kelamaan ya lu, keburu si Tomtim ketemu sama Ambar dan
Amanda
Akhirnya
Bruno dan temannya pun mulai iseng terhadap Tomtim. Tomtim yang
membawa makanan untuk dimakannya, sengaja ditabrak oleh Bruno dan
temannya.
Bruno
: Aduuh maaf ya, makanya jalan itu pake mata sama kaki, jangan
nunduk
Daniel
: Aduhhh kasiann yaak bajunya kotor, hahaha
Bruno
: Udah ngga usah cemberut deh lu, bersihin itu baju lu yang bau itu,
Tomtim
: Taa... taaa.. tapiii ini kan makanan gue buat istirahat
Bruno
: So? Masalah buat gue? Itu sih urusan lu...
Lalu
tidak lama kemudian Ambar dan Amanda datang dari luar kantin dan
bertriak karena melihat temannya yang sedang di sakiti.
Ambar
: Brunooooo.... Apaan ini teman gue disakitin? Apa salah dia sama lu
(sambil mendorong Bruno)
Daniel
: Woles dong sama temen gue, ngga usah ngedorong kaya begituu..
Ambar
: Apa lu pernah woles sama temen gue?
Bruno
: Salah dia? Mukanya yang salah, terlalu menggoda buat di kerjain
haha..
Daniel
: Makanya punya muka itu yang enak diliat sedikit..
Amanda
: Kalian itu ngga punya perasaan ya emang! Pergi kalian!
Ambar
dan Amanda membersihkan baju Tomtim dan Mmembeli makanan lagi.
Sedangkan Bruno dan temannya pergi meninggalkan kantin.
Mereka
tidak pernah bisa akur. Setiap bertemu mereka selalu berantem.
Sekian lama mereka tidak pernah akur. Teman-teman mereka
sudah melakukan berbagai caara tetap saja mereka susah untuk akur.
Saat
Tomtim baru datang kesekolah dan melewati kelompok Bruno dan Daniel
yang sedang berkumpul mereka tetap menjaili Tomtim. Mereka sengaja
menyelengkat Tomtim sampai terjatuh.
Tomtim
: Aduuuuhh!
Bruno
: Kenapa lu? Sakit? Makanya jalan itu diliat-liat dulu
Daniel
: Gue kasian sama lu sebenernya tapi buat iseng sama lu itu terlalu
asik sih ya jadii kita ngga pernah kapok.
Bruno
: Tomtim Tomtim, berapa kali sih kita bilang jalan pake mata ngerti
ngga?
Ambar
: Mil kenapa? Dikerjain lagi? Kalian ngapain Ilmil lagi?
Amanda
: Ngga ada berhentinya ya kalian, sampe kapan? Ha?
Bruno
dan Daniel : Sampe Puas
Amanda
: Kalian emang ngga punya hati. Pergi saana!
Merekpun
masuk kelas dan belajar. Akhir tahun sudah mendekati dan mereka
mendapat Tugas presentasi menjadi satu kelompok dan diberi waktu
selama tiga minggu. Ambar, Tomtim, Amanda dan Bruno, Daniel menjadi
satu kelompok. Agar mereka mendapat nilai bagus mereka harus
bermaafan, namun mereka tidak mau melakukannya. Saat pulang sekolah
Bruno dan Daniel hanya mengomel sepanjang jalan.
Bruno
: Kenapa gue harus satu kelompok sama anak manja itu, masih banyak
anak yang lain.
Daniel
: Hadeeeh apa lagi satu kelompok sama Ambar yang selalu ngebelain
Tomtim itu..
Bruno
: Yeee emang lu doang yang kesel, gue juga kesel kali, tapi
satu-satunya jalan cuman bisa maafan sama itu anak.
Sedangkan
Ambar, Tomtim, Amanda membicarakan dengan musyawarah.
Ambar
: bagaimanapun tetep aja harus satu kelompok dan baikan, gue sih
ngga ada masalah, tapi mereka itu harus janji
Amanda
: tapi si Tomtim kuat ngga? Jangan-jangan dia malah takut kalo
ketemu sama itu bocah.
Ambar
: Tim bagaimana? Kuat ngga?
Tomtim
: Takut si tapi ya gue harus kuat. Demi nilai, kalo bukan karena
nilai gue ngga bakal kuat
Amanda
: siip bagus deehh, temen gue harus kuat dong..
Ambar
: Yaudah besok kita maafan aja deh sama itu anak
Namun
setelah seminggu waktu mereka terbuang tetap saja mereka belum
maafan. Setelah mereka berfikir lagi mereka maafan dan mengerjakan
tugas bersama.
Bruno
: Kan kita sudah maafan nih, yaudah kita ngerjain tugas deh,
ngomong-ngomong mau tema apaan ya presentasi kita?
Ambar
: Gue sih saranin tentang persahabatan tapi ngga tau yang kaya
bagaimana presentasinya
Amanda
: Persahabatan yang kaya di film-film aja....
Tomtim
: Drama banget ah kalo yang kaya di film
Daniel
: Persahabatan hewan dan manusia aja
Bruno
: Aye bingung harus saran apa
Setelah
mereka lama bermusyawarah munculah ide untuk buat tema presentasi
mereka adalah kisah dari mereka.
Amanda
: Dari pada bingung mending kisah kita ber enam aja nihh..
Tomtim
: Serius? Ngga yakin nih...
Daniel
: Yakinin lah tom harus yakin dong.....
Bruno
: Nah ide yang bagus....
Daniel
: Berarti gue sifatnya buruk dong?
Ambar
: kenyataannya? Emang buruk kan?
Daniel
: Iya siih.. hehehe..
Mereka
mulai membuat tugas tersebut dan presentasi mereka berjalan lancar
dan banyak disukai temannya. Beginilah presentasi mereka.
Bruno
: Ini berjudul Persahabatan yang menceritakan seorang anak yang
selalu di bully oleh temannya
Daniel
: namun kesadaran mulai muncul karena mereka sadar bahwa di bullyin
itu tidak enak
Bruno
: Mereka semua bermaafan dan menjadi sahabat karena mereka semua
telah menyadari perbuatannya.
Tomtim
: Rasanya di bullyin memang sakit, namun bagaimanapun kita semua
harus bermaafan
Ambar
: Karena dengan bermaafan adalah jalan keluar dari semuanya
Amanda
: Dan tujuan dari bullyin hanya memberi rasa sakit orang dan
kesimpulannya
Semuanya
: KAWAN BUKAN LAWAN SAY NO TO BULLYING! *Sambil
menjulurkan kelingking dan saling merangkul *
![]() |
| Sumber : Google.com |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar